I hate it.
When I started to come to the world that doesn't have anything about you,
you exactly retracted me out.
I wouldn't treat you like I used to.
I don't care
how much you try to retract me,
It doesn't take effect
Now,
I don't know how to find which good or bad manner on you
If it's just a mask to cover it up?
Or it comes sincerely from your heart?
However, I'm too afraid to expect
Now
now I can only wonder what's behind this all
Is it just a mere mask?
But I dont want to expect too much
'cause I'm very afraid of falling
in the wrong place
January 07, 2015
January 04, 2015
[not] a Review // Sabtu Bersama Bapak
Bapak Gunawan Garnida yang tahu bahwa penyakitnya ini tidak
lama lagi akan merenggut nyawanya, sudah merencanakan agar Beliau tetap dapat
mendidik anak-anaknya yang masih kecil itu kelak mereka dewasa nanti lantaran
ia sudah tidak ada lagi di bumi ini. Pak Gunawan melakukan sebuah ide yang sangat cemerlang, yaitu
akan tetap berada di sisi anak-anak dan mendidik mereka dengan merekam video
Pak Gunawan itu sendiri. Video yang berisi Pak Gunawan bercerita dan
menyampaikan pesan-pesan tentang kehidupan. Video-video ini membuat sabtu Satya dan Cakra menjadi waktu terbaik. Video yang baru akan ditonton setiap
Sabtu sore, ada juga video yang ditonton di hari-hari spesial, seperti video
yang disediakan oleh Bapak dan hanya boleh ditonton saat mereka akan menikah.
Walaupun Pak Gunawan sudah meninggal, Satya dan Cakra akan
tetap mendapat didikan dari sang Bapak dan itu jelas memberi dampak baik pada
mereka. Pesan-pesan yang Bapak tinggalkan melalui video membuat mereka belajar bagaimana menjadi bapak dan suami yang baik.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Finally selesai juga bacanya! It doesn’t really take a long
time to read this novel ya karena emang ga bisa berhenti. Telat sih baru baca,
tapi ya mau gimana lagi. Bukunya belum lama masuk di toko buku lokal, mau beli
online tapi baru beli novel online juga belum lama ini J)
Ini udah beberapa kalinya baca novel indonesia yang tokoh
utamanya itu berumur 30an. Dan kebetulan, yang tokohnya seumur itu novelnya
pada ngebosenin. Beda banget sama Sabtu Bersama Bapak. Pernah kemarin itu baca
novel tentang Ayah juga, umurnya juga sekitar 30an gitu, padahal tokoh utamanya
udah dideskripsikan gagah bukan main but still, it’s totally bo-ring. Saya sama
sekali nggak suka (tapi dibaca juga sampai selesai)
Pertama ngeliat judulnya, aku udah bakal ngira aja ini novel
all about sad story. But, I was wrong! Aku suka gimana Kang Adit nulis, ngga
kaku dan setiap dialog lucu yang dia bikin sukses bikin ketawa, ngga garing dan
ngga ngebosenin. Sedihnya dapet, lucunya juga dapet. Tapi, to be honest, aku
banyak ngeskip bagian Satya dan keluarga wkaka. Ketauan banget kan bukan
selera aku dan subjektif banget cemen
yah sukanya yang romance-romance ringan ala anak SMA HAHAHA tapi tenang yang
kayak begini Cuma ke novel Indonesia kok. Maksudnya gak negatif, serius. Soalnya,
kalo novel luar ngga tau kenapa pas baca yang romance ga peduli umur bgt? Sama
aja gitu...mungkin ngaruh kali ya sama negaranya? Tapi aku suka bagian Cakra
dan Ayu, nah gimana tuh? Ah pokoknya kalo novel Indonesia aku suka kalo emang
tertarik. Udah gitu aja sih intinya ((NGOMONG OPO TOH INI KOK MAKIN NGAWUR))
Tapi sebenernya ngga ngeskip juga sih sebenernya, hanya
meningkatkan kecepatan baca di bagian itu lol. Tapi paling suka aja baca bagian
Cakra dan staff kantornya, setiap percakapan mereka lucu banget :>> Apalagi
yang Cakra ngelantur ngomongnya pas meeting. Malu-maluin banget ga sih. Ditambah
lagi bos mereka yang pervert. Ditambah lagi Bu Itje yang kadang ngomong juga
suka ngelucu baik disengaja maupun tidak.
Kalo bagian Cakra sama Ayu paling suka yang ini
“Mas pernah bilang, bagi Mas, saya itu perhiasan dunia
akhirat.”
“Iya.”
“Kenapa bisa bilang begitu?”
“Kamu pintar. That goes without question. Kamu cantik. Itu jelas.”
“itu semua dunia,” potong Ayu.
“Dan karena pada waktunya, saya selalu lihat sepatu kamu dia
musala perempuan.”
“....”
DON’T ASK ME WHY I REALLY LIKE THOSE CONVERSATIONS. AND ONE
MORE, LET ME DREAM ABOUT HAVING A LIFE PARTNER LIKE CAKRA. Sayang keluarga dan
apa adanya. Sekian.
![]() |
| Iseng aja |
Subscribe to:
Comments (Atom)
